Selasa, 29 Januari 2013

MENGETAHUI GANGGUAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI

Jenis Gangguan Pada Jaringan Distribusi
Jaringan distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga lsitrik yang paling dekat dengan pelanggan/ konsumen. Ditinjau dari volume fisiknya jaringan dis-tribusi pada umumnya lebih panjang dibandingkan dengan jaringan transmisi dan jumlah gangguannya (sekian kali per 100 km pertahun) juga paling tinggi dibandingkan jumlah gangguan pada saluransaluran transmisi. Jaringan distribusi seperti diketahui terdiri dari jaringan distribusi tegangan menengah (JTM) dan jaringan distribusi tegangan rendah (JTR). Jaringan distribusi tegangan menengah mempunyai tegangan antara 3 kV sampai 20 kV. Pada saat ini PLN hanya mengembangkan jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV. Jaringan distribusi tegangan menengah
sebagian besar berupa saluran udara tegangan menengah dan kabel tanah.
Pada saat ini gangguan pada saluran udara tegangan menengah ada yang
mencapai angka 100 kali per 100 km per tahun. Sebagian besar gangguan
pada saluran udara tegangan menengah tidak disebabkan oleh petir
melainkan oleh sentuhan pohon, apalagi saluran udara tegangan menengah
banyak berada di dalam kota yang memiliki bangunan-bangunan tinggi dan
pohon-pohon yang lebih tinggi dari tiang saluran udara tegangan menengah.
Hal ini menyebabkan saluran udara tegangan menengah yang ada di dalam
kota banyak terlindung terhadap sambaran petir tetapi banyak diganggu oleh
sentuhan pohon. Hanya untuk daerah di luar kota selain gangguan sentuhan
pohon juga sering terjadi gangguan karena petir. Gangguan karena petir
maupun karena sentuhan pohon ini sifatnya temporer (sementara), oleh
karena itu penggunaan penutup balik otomatis (recloser) akan mengurangi
waktu pemutusan penyediaan daya (supply interupting time).
Perlindungan sistem distribusi meliputi :
1. Gangguan hubung singkat
a. Gangguan hubung singkat dapat terjadi antar fase (3 fase atau 2
fase) atau 1 fase ketanah dan sifatnya bisa temporer atau permanen.
b. Gangguan permanen : Hubung singkat pada kabel, belitan trafo,
generator, (tembusnya isolasi).
c. Gangguan temporer : Flashover karena sambaran petir, flashover
dengan pohon, tertiup angin.
2. Gangguan beban lebih
Gangguan beban lebih terjadi karena pembebanan sistem distribusi
yang melebihi kapasitas sistem terpasang. Gangguan ini sebenarnya
bukan gangguan murni, tetapi bila dibiarkan terus-menerus berlangsung
dapat merusak peralatan.
3. Gangguan tegangan lebih
Gangguan tegangan lebih termasuk gangguan yang sering terjadi
pada saluran distribusi. Berdasarkan penyebabnya maka gangguan
tegangan lebih ini dapat dikelompokkan atas dua hal, yaitu :
a. Tegangan lebih power frekwensi.
Pada sistem distribusi hal ini biasanya disebabkan oleh
kesalahan pada AVR atau pengatur tap pada trafo distribusi.
b. Tegangan lebih surja
Gangguan ini biasanya disebabkan oleh surja hubung atau surja
petir. Dari ketiga jenis gangguan tersebut, gangguan yang lebih sering terjadi
dan berdampak sangat besar bagi sistem distribusi adalah gangguan hubung
singkat. Sehingga istilah gangguan pada sistem distribusi lazim mengacu
kepada gangguan hubung singkat dan peralatan proteksi yang dipasang  cenderung mengatasi gangguan hubung singkat ini.
Alat Pengaman Jaringan Distribusi
1. Alat Pengaman Celah
a. Alat Pengaman Celah Batang (rod gap)
Alat pengaman celah batang (rod gap) merupakan alat
pengaman paling sederhana, yang terdiri dari dua batang logam
dengan penampang tertentu. Batang logam bagian atas diletakkan di
puncak isolator jenis pos (post type insulator) dihubungkan dengan
kawat penghantar jaringan distribusi, sedangkan batang logam
bagian bawah diletakkan pada bagian dasar isolator jenis pos yang
langsung berhubungan dengan ground. Jarak celah kedua batang
logam tersebut disesuaikan dengan tegangan percikan untuk suatu
bentuk gelombang tegangan tertentu. Pada tabel di bawah ini
memperlihatkan panjang celah yang diizinkan pada suatu tegangan
sisitem.
b. Alat Pengaman Tanduk Api (arcing horn)
Seperti halnya alat pengaman celah batang, alat
pengaman tanduk api ini diletakkan dikedua ujung isolator gantung
(suspension insulator) atau isolator batang panjang (long rod
insulator). Tanduk api dipasang pada ujung kawat penghantar dan
ujung isolator yang berhubungan langsung dengan ground (tanah)
yang dibentuk sedemikian rupa, sehingga busur api tidak akan
mengenai isolator saat terjadi loncatan api. Jarak antara tanduk atas
dan bawah diatur sekitar 75-85 % dari panjang isolator keseluruhan.
Tegangan loncatan api untuk isolator gandengan dengan tanduk api
ditentukan oleh jarak tanduk tersebut. Untuk jelasnya lihat gambar
c. Alat Pengaman Celah Sekring (fuse rod gap)
Alat pengaman celah sekring ini merupakan gabungan
antara celah batang (rod gap) dengan sekring yang dihubungkan
secara seri. Penggabungan ini digunakan untuk menginterupsikan
arus susulan (power follow current) yang diakibatkan oleh percikan
api. Oleh sebab itu celah sekring mempunyai karakteristik yang
sama dengan celah batang, dan alat ini dapat menghindarkan adanya
pemutusan jaringan sebagai akibat percikan, serta memerlukan
penggantian dan perawatan sekring yang telah dipakai. Kecuali itu
agar supaya penggunaannya efektif harus diperhatikan juga
koordinasi antara waktu leleh sekring dengan waktu kerja rele
pengaman.
d. Alat Pengaman Celah Kontrol (control gap)
Alat pengaman celah kontrol terdiri dari dua buah celah
yang diatur sedemikian rupa, sehingga karakteristiknya mendekati
celah bola ditinjau dari segi lengkung volt-waktunya yang
mempunyai karakteristik lebih baik dari celah batang. Celah kontrol
ini dapat dipakai bersama atau tanpa sekring; meskipun alat ini
dapat dipakai sebagai perlindungan cadangan atau sekunder, dan
dianggap sekelas dengan celah batang.
e. Alat Pengaman Celah Tanduk (horn gap)
Alat pengaman ini terbuat dari dua buah batang besi
yang masing-masing diletakkan diatas isolator. Celah yang dibuat
oleh kedua batang besi itu, satu batang dihubungkan langsung
dengan kawat penghantar jaringan sedangkan yang lainnya
dihubungkan dengan sebuah resistor yang langsung terhubung ke
ground (tanah). Celah tanduk ini biasanya bekerja pada saat terjadi
tegangan loncatan api pada celahnya. Ketika tegangan surja
mencapai 150 – 200 % dari tegangan nominal jaringan, maka akan
terjadi pelepasan langsung pada celah dan langsung diteruskan ke
ground melalui resistor. Fungsi dari celah tanduk ini untuk pemutus
busur api yang terjadi pada saat tegangan lebih. Busur api
cenderung naik akibat panas yang terlalu tinggi, juga disebabkan
peristiwa arus loop sebesar mungkin pada sisi lain membuat tembus
rangkaian magnit maksimum. Hanya celah tanduk sebagai arrester
jauh dari memuaskan yang seringkali busur api yang tak perlu.
Pengaman ini tidak cukup karena dapat dibandingkan dari nilai
pelepasan yang rendah resistor. Dan ini tidak selalu menahan secara
dinamis busur api yang mengikuti pelepasan peralihan (transient
discharge). Akibatnya salah satu pada keadaan tetap tanduk ground
atau dibinasakan oleh celah. Oleh sebab itu celah tanduk arrester
sekarang hampir tidak diapakai lagi sebagai alat pengaman petir.
2. Alat Pengaman Tabung Pelindung (protector tube)
Alat pengaman tabung pelindung ini terdiri dari : (1) tanduk api
(arcing horn) yang dipasang di bawah kawat penghantar, yang terhubung
dengan tabung fiber. (2) Tabung fiber yang terdiri dari elektroda atas yang berhubungan dengan tanduk api dan elektroda bawah yang
berhubungan langsung dengan tanah (ground). Apabila tegangan petir
mengalir ke kawat penghantar, maka akan terjadi percikan api antara
kawat penghantar dengan tanduk api. Percikan api akan mengalir dari
elektroda atas ke elektroda bawah. Karena panas tabung fiber akan
menguap disekitar dindingnya, sehingga gas yang ditimbulkan akan
menyembur ke percikan apai dan memadamkannya. Alat pengaman
tabung pelindung ini digunakan pada saluran transmisi untuk melindungi
isolator dan mengurangi besarnya tegangan surja yang mengalir pada
kawat penghantar. Selain itu digunakan juga pada gardu induk untuk
melindungi peralatan disconnect switches, ril bus, dan sebagainya.
3. Alat Pengaman Lightning Arrester
Lightning arrester adalah suatu alat pengaman yang melindungi
jaringan dan peralatannya terhadap tegangan lebih abnormal yang terjadi
karena sambaran petir (flash over) dan karena surja hubung (switching
surge) di suatu jaringan. Lightning arrester ini memberi kesempatan
yang lebih besar terhadap tegangan lebih abnormal untuk dilewatkan ke
tanah sebelum alat pengaman ini merusak peralatan jaringan seperti
tansformator dan isolator. Oleh karena itu lightning arrester merupakan
alat yang peka terhadap tegangan, maka pemakaiannya harus
disesuaikan dengan tegangan sistem.
Arrester petir atau disingkat arrester adalah suatu alat pelindung
bagi peralatan system tenaga listrik terhadap surya petir. Alat pelindung
terhadap gangguan surya ini berfungsi melindungi peralatan system
tenaga listrik dengan cara membatasi surja tegangan lebih yang datang
dan mengalirkannya ketanah.
Disebabkan oleh fungsinya, Arrester harus dapat menahan tegangan
system 50 Hz untuk waktu yang terbatas dan harus dapat melewatkan
surja arus ke tanah tanpa mengalami kerusakan. Arrester berlaku sebagai
jalan pintas sekitar isolasi. Arrester membentuk jalan yang mudah untuk
dilalui oleh arus kilat atau petir, sehingga tidak timbul tegangan lebih
yang tinggi pada peralatan. Selain melindungi peralatan dari tegangan lebih yang diakibatkan oleh tegangan lebih external, arrester juga melindungi peralatan yang
diakibatkan oleh tegangan lebih internal seperti surja hubung, selain itu
arrester juga merupakan kunci dalam koordinasi isolasi suatu system
tenaga listrik. Bila surja datang ke gardu induk arrester bekerja
melepaskan muatan listrik serta mengurangi tegangan abnormal yang
akan mengenai peralatan dalam gardu induk.
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh arrester adalah sebagai
berikut :
a. Tegangan percikan (sparkover voltage) dan tegangan pelepasannya
(discharge voltage), yaitu tegangan pada terminalnya pada waktu
pelepasan, harus cukup rendah, sehingga dapat mengamankan
isolasi peralatan. Tegangan percikan disebut juga tegangan gagal
sela (gap breakdown voltage) sedangkan tegangan pelepasan
disebut juga tegangan sisa (residual voltage) atau jatuh tegangan
(voltage drop)
Jatuh tegangan pada arrester = I x R
Dimana
I = arus arrester maksimum (A)
R = tahanan arrester (Ohm)
b. Arrester harus mampu memutuskan arus dinamik dan dapat bekerja
terus seperti semula. Batas dari tegangan system di mana arus
susulan ini masih mungkin, disebut tegangan dasar (rated voltage)
dari arrester. Pada prinsipnya arrester membentuk jalan yang mudah dilalui oleh
petir, sehingga tidak timbul tegangan lebih yang tinggi pada peralatan.
Pada kondisi normal arrester berlaku sebagai isolasi tetapi bila timbul
surja arrester berlaku sebagai konduktor yang berfungsi melewatkan
aliran arus yang tinggi ke tanah. Setelah arus hilang, arrester harus
dengan cepat kembali menjadi isolator.
Pada dasar arrester terdiri dari dua bagian yaitu : Sela api (spark
gap) dan tahanan kran (valve resistor). Keduanya dihubungkan secara
seri. Batas atas dan bawah dari tegangan percikan ditentukan oleh
tegangan system maksimum dan oleh tingkat isolasi peralatan yang
dilindungi. Untuk penggunaan yang lebih khusus arrester mempunyai
satu bahagian lagi yang disebut dengan Tahanan katup dan system
pengaturan atau pembagian tegangan (grading system).
Jika hanya melindungi isolasi terhadap bahaya kerusakan karena
gangguan dengan tidak memperdulikan akibatnya terhadap pelayanan,
maka cukup dipakai sela batang yang memungkinkan terjadinya
percikan pada waktu tegangan mencapai keadaan bahaya. Dalam hal ini,
tegangan system bolak – balik akan tetap mempertahankan busur api
sampai pemutus bebannya dibuka. Dengan menyambung sela api ini
dengan sebuah tahanan, maka kemungkinan api dapat dipadamkan.
Tetapi bila tahanannya mempunyai harga tetap, maka jatuh tegangannya
menjadi besar sekali sehingga maksud untuk meniadakan tegangan lebih
tidak terlaksana, dengan akibat bahwa maksud melindungi isolasi pun
gagal. Oleh sebab itu disrankan memakai tahanan kran (valve resistor),
yang mempunyai sifat khusus, yaitu tahanannya kecil sekali bila
tegangannya dan arusnya besar. Proses pengecilan tahanan berlangsung
cepat yaitu selama tegangan lebih mencapai harga puncak. Tegangan
lebih dalam hal ini mengakibatkan penurunan drastis pada tahanan
sehingga jatuh tegangannya dibatasi meskipun arusnya besar.
Bila tegangan lebih habis dan tinggal tegangan normal, tahanannya
naik lagi sehingga arus susulannya dibatasi kira – kira 50 ampere. Arus
susulan ini akhirnya dimatikan oleh sela api pada waktu tegangan
sistemnya mencapai titik nol yang pertama sehingga alat ini bertindak
sebagai sebuah kran yang menutup arus, dari sini didapatkan nama
tahanan kran. Pada arrester modern pemadaman arus susulan yang cukup besar
(200–300 A) dilakukan dengan bantuan medan magnet. Dalam hal ini,
baik amplitude maupun lamanya arus susulan dapat dikurangi dan
pemadaman dapat dilakukan sebelum tegangan system mencapai harga
nol. Tegangan dasar (rated voltage) yang dipakai pada lightning arrester
adalah tegangan maksimum sistem, dimana lightning arrester ini harus mempunyai tegangan dasar maksimum tak melebihi tegangan dasar
maksimum dari sis-tem, yang disebut dengan tegangan dasar penuh atau
lightning arrester 100 %.

3. Alat Pengaman Arus Lebih
a. Fuse Cut Out
Fuse cut out (sekring) adalah suatu alat pengaman yang
melindungi jaringan terhadap arus beban lebih (over load current)
yang mengalir melebihi dari batas maksimum, yang disebabkan
karena hubung singkat (short circuit) atau beban lebih (over load).
Konstruksi dari fuse cut out ini jauh lebih sederhana bila
dibandingkan dengan pemutus beban (circuit breaker) yang
terdapat di Gardu Induk (sub-station). Akan tetapi fuse cut out ini
mempunyai kemampuan yang sama dengan pemutus beban tadi.
Fuse cut out ini hanya dapat memutuskan satu saluran kawat
jaringan di dalam satu alat. Apabila diperlukan pemutus saluran tiga
fasa maka dibutuhkan fuse cut out sebanyak tiga buah.
Penggunaan fuse cut out ini merupakan bagian yang terlemah
di dalam jaringan distribusi. Sebab fuse cut out boleh dikatakan
hanya berupa sehelai kawat yang memiliki penampang disesuaikan
dengan besarnya arus maksimum yang diperkenankan mengalir di
dalam kawat tersebut. Pemilihan kawat yang digunakan pada fuse
cut out ini didasarkan pada faktor lumer yang rendah dan harus
memiliki daya hantar (conductivity) yang tinggi. Faktor lumer ini
ditentukan oleh temperatur bahan tersebut. Biasanya bahan-bahan
yang digunakan untuk fuse cut out ini adalah kawat perak, kawat
tembaga, kawat seng, kawat timbel atau kawat paduan dari bahanbahan
tersebut. Mengingat kawat perak memiliki konduktivitas 60,6
mho/cm lebih tinggi dari kawat tembaga, dan memiliki temperatur
960° C, maka pada jaringan distribusi banyak digunakan. Kawat
perak ini dipasangkan di dalam tabung porselin yang diisi dengan
pasir putih sebagai pemadam busur api, dan menghubungkan kawat
tersebut pada kawat fasa, sehingga arus mengalir melaluinya. Jenis fuse cut out ini untuk jaringan distribusi dugunakan dengan saklar pemisah. Pada ujung atas dihubungkan dengan kontak-kontak yang berupa pisau yang dapat dilepaskan. Sedangkan pada ujung bawah dihubungkan dengan sebuah engsel.  Kalau arus beban lebih melampaui batas yang diperkenankan, maka kawat perak di dalam tabung porselin akan putus dan arus yang membahayakan dapat dihentikan. Pada waktu kawat putus terjadi busur api, yang segera dipadamkan oleh pasir yang berada di
dalam tabung porselin. Karena udara yang berada di dalam porselin
itu kecil maka kemungkinan timbulnya ledakan akan berkurang
karena diredam oleh pasir putih. Panas yang ditimbulkan sebagian
besar akan diserap oleh pasir putih tersebut. Apabila kawat perak
menjadi lumer karena tenaga arus yang melebihi maksimum, maka
waktu itu kawat akan hancur. Karena adanya gaya hentakan, maka
tabung porselin akan terlempar keluar dari kontaknya. Dengan
terlepasnya tabung porselin ini yang berfungsi sebagai saklar
pemisah, maka terhidarlah peralatan jaringan distribusi dari
gangguan arus beban lebih atau arus hubung singkat.
Umur dari fuse cut out initergantung pada arus yang
melaluinya. Bila arus yang melalui fuse cut out tersebut melebihi
batas maksimum, maka umur fuse cut out lebih pendek. Oleh
karena itu pemasangan fuse cut out pada jaringan distribusi
hendaknya yang memiliki kemampuan lebih besar dari kualitas
tegangan jaringan, lebih kurang tiga sampai lima kali arus nominal
yang diperkenankan. Fuse cut out ini biasanya ditempatkan sebagai pengaman tansformator distribusi, dan pengaman pada cabangcabang
saluran feeder yang menuju ke jaringan distribusi sekunder.


 http://cvaristonkupang.wordpress.com/2012/08/26/mengetahui-gangguan-pada-jaringan-distribusi/

Senin, 28 Januari 2013

Sabtu, 03 Maret 2012

Cara Kerja Relay

Relay adalah suatu peranti yang bekerja berdasarkan elektromagnetik untuk menggerakan sejumlah kontaktor (saklar) yang tersusun. Kontaktor akan tertutup (On) atau terbuka (Off) karena efek induksi magnet yang dihasilkan kumparan (induktor) ketika dialiri arus listrik. Berbeda dengan saklar dimana pergerakan kontaktor (On/Off) dilakukan manual tanpa perlu arus listrik.

Sebagai komponen elektronika, relay mempunyai peran penting dalam sebuah sistem rangkaian elektronika dan rangkaian listrik untuk menggerakan sebuah perangkat yang memerlukan arus besar tanpa terhubung langsung dengan perangakat pengendali yang mempunyai arus kecil. Dengan demikian relay dapat berfungsi sebagai pengaman.

Ada beberapa jenis relay berdasarkan cara kerjanya yaitu:
  1. Normaly On : Kondisi awal kontaktor terturup (On) dan akan terbuka (Off) jika relay diaktifkan dengan cara memberi arus yang sesuai pada kumparan (coil) relay. Istilah lain kondisi ini adalah Normaly Close (NC).
  2. Normaly Off : Kondisi awal kontaktor terbuka (Off) dan akan tertutup jika relay diaktifkan dengan cara memberi arus yang sesuai pada kumparan (coil) relay. Istilah lain kondisi ini adalah Normaly Open (NO).
  3. Change-Over (CO) atau Double-Throw (DT) : Relay jenis ini memiliki dua pasang terminal dengan dua kondisi yaitu Normaly Open (NO) dan Normaly Close (NC).
Simbol Relay:
Simbol Relay
  1. SPST (Single Pole Single Throw) : Relay ini memiliki empat terminal. Dua terminal kumparan (coil) dan dua terminal saklar (A dan B) yang dapat terhubung dan terputus.
  2. SPDT (Single Pole Double Pole) : Relay ini memiliki lima terminal. Dua terminal kumparan (coil) dan tiga terminal saklar (A,B, dan C) yang dapat terhubung dan terputus dengan satu terminal pusat. Jika suatu saat terminal A terputus dengan terminal pusat (C) maka terminal lain (B) terhubung dengan terminal C, demikian juga sebaliknya.
  3. DPST (Double Pole Single Throw) : Relay ini mempunyai enam terminal. Dua terminal kumparan (coil), dan empat terminal merupakan dua pasang saklar yang dapat terhubung dan terputus (A1 dan B1 - A2 dan B2).
  4. DPDT (Double pole Double Throw) : Relay ini mempunyai delapan terminal. Dua terminal kumparan (coil), enam terminal merupakan dua set saklar yang dapat terputus dan terhubung (A1,B1,C1 dan A2, B2, C2)

Contoh Bentuk Fisik Relay
Relay
Foto Relay -1

Relay
Foto Relay -2

Relay
Foto Relay -3

Sumber foto dan simbol Relay : Wikipedia
                                                                                                                       
http://tehnikakelistrikan.blogspot.com/

Tipe Jaringan Komputer


Mar 22nd, 2009 by , posted in Hardware, Jaringan Komputer, tags: , ,
::: Leave a comment :::
Kembali lagi dengan Computer Network. Setelah kita tahu tentang jaringan komputer dan beberapa pembagiannya sesuai luas area cakupannya, sekarang kita lihat lagi tipe jaringan komputer. Tipe di sini diklasifikasi berdasarkan fungsi komputer yang digunakan dalam jaringan komputer tersebut.
Tipe jaringan komputer dibedakan menjadi 2 yaitu :
  • Jaringan Peer to Peer atau Point to Point
  • Jaringan Client-Server
Jaringan Peer to Peer
Pada jaringan tipe ini, setiap komputer yang terhubung dalam jaringan dapat saling berkomunikasi dengan komputer lainnya secara langsung tanpa perantara. Bukan hanya komunikasi langsung tetapi juga sumber daya komputer dapat digunakan oleh komputer lainnya tanpa ada pengendali dan pembagian hak akses.
Setiap komputer dalam jaringan Peer to Peer mampu berdiri sendiri sekalipun komputer yang tidak bekerja atau beroperasi. Masing-masing Komputer tidak terikat dan tidak tergantung pada komputer lainnya. Komputer yang digunakan pun bisa beragam dan tidak harus setara, karena fungsi komputer dan keamanannya diatur dan dikelola sendiri oleh masing-masing komputer.
Tipe jaringan ini cocok digunakan untuk membangun jaringan komputer skala kecil seperti di rumah, di dalam sebuah ruangan kerja, lab komputer sekolah dan lain-lain. Peer to Peer ini umumnya dipakai dalam membangun jaringan berbasis workgroup yang menerapkan fungsi sharing atau bagi pakai penggunaan hardware dan software, karena pada tipe ini biasanya tidak memerlukan pengaturan keamanan dan kendali antara masing-masing komputer.
Gambar di bawah menunjukkan skema jaringan Peer to Peer.

Beberapa hal dari jaringan Peer to Peer ini adalah :
  • tidak perlu spesifikasi yang setara untuk setiap komputer (bisa beragam)
  • biasanya tidak ada komputer pusat yang dijadikan sentral jaringan
  • biasanya juga tidak ada kontrol atau kendali terhadap pengaturan keamanan jaringan
  • tidak memerlukan Operating System khusus seperti untuk server
  • jika ada 1 atau lebih komputer yang rusak atau tidak bekerja, komputer lain tetap dapat berfungsi normal
Jaringan Client-Server
Sesuai namanya, jaringan komputer tipe ini memerlukan sebuah (atau lebih) komputer yang difungsikan sebagai pusat pelayanan dalam jaringanyang disebut Server. Komputer-komputer lain disebut Client atau Workstation. Sesuai sebutannya, komputer Server bertugas melayani semua kebutuhan komuter lain yang ada dalam jaringan. Semua fungsi jaringan dikendalikan dan diatur oleh komputer Server, termasuk masalah keamanan jaringan seperti hak akses data, waktu akses, sumber daya dan sebagainya.
Dalam jaringan Client-Server ini, mungkin saja digunakan lebih dari 1 buah Server, ini tergantung fungsi yang diterapkan dalam jaringan tersebut. Misalnya ada Server Web, Server Mail dan lain-lain.
Komunikasi antarkomputer dilakukan melalui perantara Server, namun, kalau Server tidak aktif maka komputer lainnya (Client) tidak dapat saling berkomunikasi. Skema dasar dari jaringan tipe Client-Server ini seperti ditunjukkan gambar di bawah.

Tipe ini sangat baik digunakan jika ingin menerapkan Diskless System yang akan menghemat penggunaan (pembelian) harddisk pada komputer Client seperti pada LTSP (Linux Terminal Server Project). Tetapi tipe jaringan Client-Server ini memerlukan Operating System khusus yang fitur dan fingsi-fungsinya memang dikhususkan untuk Server. Contoh Operating System khusus untuk Server adalah Novell Netware, Microsoft Window$ Server, Linux dan sebagainya.
Ok…, di atas adalah 2 tipe jaringan komputer yang dilihat berdasarkan fungsinya, berikutnya kita akan mencoba membahas tentang arsitektur (bentuk-bentuk) jaringan komputer, tapi tidak di posting ini ya… Tunggu posting berikutnya… :-D :-D insya Allah…
Referensi :
  • Wahana Komputer Semarang dan Penerbit Andi Yogyakarta, Buku Pintar Penanganan Jaringan Komputer, Andi Yogyakarta, 2001.
  • Catatan kuliah Pengenalan Internet, Semester II, STMIK Palangka Raya, 2007/2008.
  • Catatan kuliah Jaringan Komputer, Semester III, STMIK Palangka Raya, 2008/2009.
Jaringan Komputer Menggunakan Protokol TCP/IP
  
            Prinsip kerja jaringan protokol TCP/IP dijelaskan secara garis besar. Beberapa aplikasi yang umum digunakan pada jaringan komputer TCP/IP akan diketengahkan. Kemungkinan mengembangkan Wide Area Network (WAN) menggunakan protokol TCP/IP di Indonesia juga akan diterangkan. Sebagai contoh, pengalaman penulis menjalankan PC di amatir radio yang terkait ke jaringan AMPRNet - InterNet menggunakan TCP/IP di Canada akan dijelaskan.
Pendahuluan.
            Banyak protokol komunikasi komputer telah dikembangkan untuk membentuk jaringan komputer. Kompetisi antar perusahaan komputer seperti DEC, IBM dll. menelurkan berbagai standart jaringan komputer. Hal ini menimbulkan kesulitan terutama jika akan dilakukan interkoneksi antar berbagai jenis komputer dalam wilayah yang luas.
            Sekitar tahun 70-an Department of Defence (DoD) di Amerika Serikat memelopori pengembangan protokol jaringan komputer yang sama sekali tidak terikat pada jenis komputer maupun media komunikasi yang digunakan. Protokol yang dikembangkan diberi nama InterNet Protocol (pada network layer) [1] dan Transmission Control Protocol (pada transport layer) [2] atau disingkat TCP/IP. Berbagai protokol tambahan kemudian dikembangkan untuk mengatasi berbagai masalah dalam jaringan TCP/IP. Jaringan komputer menggunakan TCP/IP kini lebih dikenal sebagai jaringan InterNet. Tampak bahwa jaringan InterNet berkembang dari kebutuhan dan implementasi di medan sehingga jaringan komputer ini terus disempurnakan. Saat ini TCP/IP merupakan standard pada sistem operasi UNIX dengan disertakan socket library untuk programmer di UNIX mengakes langsung ke TCP socket. Semua standard yang digunakan pada jaringan TCP/IP dapat diperoleh secara cuma-cuma dari berbagai komputer di InterNet.
            Selain TCP/IP sebetulnya keluarga protokol yang dikembangkan oleh OSI/ISO seperti X.25/X.75/X.400 juga mulai digunakan oleh beberapa institusi. Sayang segala informasi tentang protokol ini harus dibeli oleh kita ke ISO. Hal ini menyebabkan perkembangan ISO/OSI tersendat tidak seperti TCP/IP. Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringan komputer. Dalam artikel ini akan dijelaskan prinsip kerja TCP/IP.
Lapisan protokol di jaringan komputer.
            Secara umum lapisan protokol dalam jaringan komputer dapat dibagi atas tujuh lapisan. Lapisan ini dapat dilihat pada gambar 1. Dari lapisan terbawah hingga tertinggi dikenal physical layer, link layer, network layer, transport layer, session layer, presentation layer dan application layer. Masing-masing lapisan mempunyai fungsi masing-masing dan tidak tergantung antara satu dengan lainnya.
            Dari ketujuh lapisan ini hanya physical layer yang merupakan perangkat keras selebihnya merupakan perangkat lunak. physical layer merupakan media penghubung untuk mengirimkan informasi digital dari satu komputer ke komputer lainnya yang secara fisik dapat kita lihat. Berbagai bentuk perangkat keras telah dikembangkan untuk keperluan ini. Satu diantaranya yang cukup banyak digunakan untuk keperluan jaringan komputer lokal (LAN) di Indonesia adalah ARCnet yang banyak digunakan menggunakan perangkat lunak Novell. Untuk keperluan Wide Area Network (WAN) dapat kita dapat menyambungkan berbagai LAN ini menggunakan media radio atau telepon menjadi satu kesatuan.
            Untuk mengatur hubungan antara dua buah komputer melalui physical layer yang ada digunakan protokol link layer. Pada jaringan paket radio di amatir digunakan link layer AX.25 (Amatir X.25) yang merupakan turunan CCITT X.25 yang juga digunakan pada Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) oleh PT. INDOSAT dan Perumtel. Dalam artikel terdahulu dijelaskan tentang <xysical layer dan link layer yang dipergunakan pada Wide Area Network (WAN) menggunakan teknologi amatir paket radio.
            IEEE sebuah organisasi profesi untuk teknik elektro telah mengembangkan beberapa standart protokol physical layer dan link layer untuk LAN. Berdasarkan rekomendasi IEEE pada LAN yang menggunakan ARCnet (IEEE 802.3) atau Ethernet (IEEE 802.3) digunakan link layer (IEEE 802.2). Pada LAN Token Ring digunakan physical layer (IEEE 802.5). Bentuk lain dari LAN yang kurang dikenal adalah Token Bus (IEEE 802.4). Untuk LAN berkecepatan tinggi juga telah dikembangkan sebuah standart yang diturunkan dari IEEE 802.3 yang kemudian dikenal sebagai Fiber Data Distributed Interface (FDDI).
            Artikel ini akan memfokuskan pembahasan pada lapisan protokol network layer dan transport layer. Sebetulnya ada beberapa keluarga protokol lainnya dalam TCP/IP. Tampak pada gambar 2 pada network layer selain IP dikenal juga ICMP (InterNet Control Message Protocol) [3], ARP (Address Resolution Protocol) [4] dan RARP (Reverse Address Resolution Protocol). Pada transport layer digunakan UDP (User Datagram Protocol) [5] selain TCP. Untuk sementara pembahasan akan dibatasi pada prinsip kerja protokol IP damn TCP. Hal ini karena TCP/IP merupakan protokol yang paling sering digunakan dalam operasi jaringan, protokol lainnya merupakan pelengkap yang membantu jaringan ini bekerja. Perlu dicatat bahwa pada jaringan komputer menggunakan TCP/IP umumnya tiga lapisan teratas dilakukan oleh sistem operasi dari komputer yang digunakan. Khususnya untuk komputer yang menggunakan UNIX telah tersedia library untuk network programming sehingga kita dapat mengembangkan program sendiri dengan mengakses langsung ke soket-soket TCP yang tersedia. Mungkin dilain kesempatan akan dijelaskan lebih lanjut mengenai cara pemprograman soket TCP di UNIX yang dapat diakses menggunakan bahasa C.
Prinsip kerja InterNet Protokol (IP).
            Fungsi dari InterNet Protokol secara sederhana dapat diterangkan seperti cara kerja kantor pos pada proses pengiriman surat. Surat kita masukan ke kotak pos akan diambil oleh petugas pos dan kemudian akan dikirim melalui route yang random, tanpa si pengirim maupun si penerima surat mengetahui jalur perjalanan surat tersebut. Juga jika kita mengirimkan dua surat yang ditujukan pada alamat yang sama pada hari yang sama, belum tentu akan sampai bersamaan karena mungkin surat yang satu akan mengambil route yang berbeda dengan surat yang lain. Di samping itu, tidak ada jaminan bahwa surat akan sampai ditangan tujuan, kecuali jika kita mengirimkannya menggunakan surat tercatat.
            Prinsip di atas digunakan oleh InterNet Protokol, "surat" diatas dikenal dengan sebutan datagram. InterNet protokol (IP) berfungsi menyampaikan datagram dari satu komputer ke komputer lain tanpa tergantung pada media kompunikasi yang digunakan. Data transport layer dipotong menjadi datagram-datagram yang dapat dibawa oleh IP. Tiap datagram dilepas dalam jaringan komputer dan akan mencari sendiri secara otomatis rute yang harus ditempuh ke komputer tujuan. Hal ini dikenal sebagai transmisi connectionless. Dengan kata lain, komputer pengirim datagram sama sekali tidak mengetahui apakah datagram akan sampai atau tidak.
            Untuk membantu mencapai komputer tujuan, setiap komputer dalam jaringan TCP/IP harus diberikan IP address. IP address harus unik untuk setiap komputer, tetapi tidak menjadi halangan bila sebuah komputer mempunyai beberapa IP address. IP address terdiri atas 8 byte data yang mempunyai nilai dari 0-255 yang sering ditulis dalam bentuk [xx.xx.xx.xx] (xx mempunyai nilai dari 0-255).
            Pada header InterNet Protokol selain IP address dari komputer tujuan dan komputer pengirim datagram juga terdapat beberapa informasi lainnya. Informasi ini mencakup jenis dari protokol transport layer yang ditumpangkan diatas IP. Tampak pada gambar 2 ada dua jenis protokol pada transport layer yaitu TCP dan UDP. Informasi penting lainnya adalah Time-To-Live (TTL) yang menentukan berapa lama IP dapat hidup didalam jaringan. Nilai TTL akan dikurangi satu jika IP melalui sebuah komputer. Hal ini penting artinya terutama karena IP dilepas di jaringan komputer. Jika karena satu dan lain hal IP tidak berhasil menemukan alamat tujuan maka dengan adanya TTL IP akan mati dengan sendirinya pada saat TTL bernilai nol. Disamping itu juga tiap IP yang dikirimkan diberikan identifikasi sehingga bersama-sama dengan IP address komputer pengirim data dan komputer tujuan, tiap IP dalam jaringan adalah unik.
            Khususnya untuk pemakai jaringan komputer hal yang terpenting untuk dipahami secara benar-benar adalah konsep IP address. Lembaga yang mengatur IP address adalah Network Information Center (NIC) di Department of Defence di US yang beralamat di hostmaster@nic.ddn.mil. Pengaturan IP address penting, terutama pada saat mengatur routing secara otomatis. Sebagai contoh jaringan komputer di amatir radio mempunyai IP address kelas yang mempunyai address [44.xx.xx.xx]. Khusus untuk amatir radio di Indonesia IP address yang digunakan adalah [44.132.xx.xx]. Sedangkan penulis di Canada mempunyai IP address [44.135.84.22]. Hal ini terlihat dengan jelas bahwa IP address di amatir radio sifatnya geografis. Dari IP address penulis dapat dibaca bahwa mesin penulis berada di network 44 di InterNet yang dikenal sabagai AMPRNet (ampr.org). 135 menandakan bahwa penulis berada di Canada. 84 memberitahukan bahwa penulis berada di kota Waterloo di propinsi Ontario, sedang 22 adalah nomor mesin penulis. Dengan konsep IP address, route perjalanan IP dalam jaringan komputer dapat dilakukan secara otomatis. Sebagai contoh, jika sebuah komputer di InterNet akan mengirimkan IP ke [44.135.84.22], pertama-tama IP yang dilepas di network akan berusaha mencari jalan ke network 44.135.84, setelah mesin yang mengubungkan network 44.135.84 tercapai IP tersebut akan mencoba menghubungi mesin 22 di network tersebut. Kesemuanya ini dilakukan secara otomatis oleh program.
            Tentunya sukar bagi manusia untuk mengingat sedemikian banyak IP address. Untuk memudahkan, dikembangkan Domain Name System (DNS). Sebagai contoh mesin penulis di AMPRNet dengan IP address [44.135.84.22], penulis beri nama (hostname) ve3.yc1dav.ampr.org. Terlihat bahwa hostname yang digunakan penulis sangat spesifik dan sangat memudahkan untuk mengetahui bahwa penulis berada di AMPRNet dari kata ampr.org. Mesin tersebut berada di Kanada dan propinsi Ontario dari ve3 sedang yc1dav adalah penulis sendiri. Contoh lain dari DNS adalah sun1.vlsi.waterloo.edu yang merupakan sebuah Sun SPARC workstation (sun1) di kelompok peneliti VLSI di University of Waterloo, Kanada (waterloo.edu) tempat penulis bekerja dan belajar. Perlu dicatat bahwa saat ini NIC belum memberikan domain untuk Indonesia. Mudah-mudahan dengan berkembangnya jaringan komputer TCP/IP di Indonesia ada saatnya dimana kita di Indonesia perlu meminta domain tersendiri untuk Indonesia.
Prinsip kerja Transmission Control Protocol (TCP).
            Berbeda dengan InterNet Protokol (IP), TCP mempunyai prinsip kerja seperti "virtual circuit" pada jaringan telepon. TCP lebih mementingkan tata-cara dan keandalan dalam pengiriman data antara dua komputer dalam jaringan. TCP tidak perduli dengan apa-apa yang dikerjakan oleh IP, yang penting adalah hubungan komunikasi antara dua komputer berjalan dengan baik. Dalam hal ini, TCP mengatur bagaimana cara membuka hubungan komunikasi, jenis aplikasi apa yang akan dilakukan dalam komunikasi tersebut (misalnya mengirim e-mail, transfer file dsb.) Di samping itu, juga mendeteksi dan mengoreksi jika ada kesalahan data. TCP mengatur seluruh proses koneksi antara satu komputer dengan komputer yang lain dalam sebuah jaringan komputer.
            Berbeda dengan IP yang mengandalkan mekanisme connectionless pada TCP mekanisme hubungan adalah connection oriented. Dalam hal ini, hubungan secara logik akan dibangun oleh TCP antara satu komputer dengan komputer yang lain. Dalam waktu yang ditentukan komputer yang sedang berhubungan harus mengirimkan data atau acknowledge agar hubungan tetap berlangsung. Jika hal ini tidak sanggup dilakukan maka dapat diasumsikan bahwa komputer yang sedang berhubungan dengan kita mengalami gangguan dan hubungan secara logik dapat diputus.
            TCP mengatur multiplexing dari data yang dikirim/diterima oleh sebuah komputer. Adanya identifikasi pada TCP header memungkinkan multiplexing dilakukan. Hal ini memungkinkan sebuah komputer melakukan beberapa hubungan TCP secara logik. Bentuk hubungan adalah full duplex, hal ini memungkinkan dua buah komputer saling berbicara dalam waktu bersamaan tanpa harus bergantian menggunakan kanal komunikasi. Untuk mengatasi saturasi (congestion) pada kanal komunikasi, pada header TCP dilengkapi informasi tentang flow control.
            Hal yang cukup penting untuk dipahami pada TCP adalah port number. Port number menentukan servis yang dilakukan oleh program aplikasi diatas TCP. Nomor-nomor ini telah ditentukan oleh Network Information Center dalam Request For Comment (RFC) 1010 [10]. Sebagai contoh untuk aplikasi File Transfer Protokol (FTP) diatas transport layer TCP digunakan port number 20 dan masih banyak lagi.
            Prinsip kerja dari TCP berdasarkan prinsip client-server. Server adalah program pada komputer yang secara pasif akan mendengarkan (listen) port number yang telah ditentukan pada TCP. Sedang client adalah program yang secara aktif akan membuka hubungan TCP ke komputer server untuk meminta servis yang dibutuhkan.
            State diagram kerja TCP diperlihatkan pada gambar 3. Pada state diagram gambar 3, client akan secara aktif membuka hubungan (active open) dengan mengirimkan sinyal SYN (state SYN SENT) ke komputer server tujuan. Jika server menerima sinyal SYN maka server yang saat itu berada pada state LISTEN akan mengirimkan sinyal SYN dan ke dua komputer (client & server) akan ke state ESTAB. Jika tidak ada tanggapan dari komputer yang dituju, maka program akan kembali pada state CLOSE. Setelah servis yang dilakukan telah selesai maka salah client akan mengirimkan sinyal FIN dan komputer client akan berada pada state FIN WAIT sampai sinyal FIN dari server diterima. Pada saat menerima sinyal FIN, server akan ke state CLOSE WAIT hingga hubungan diputus. Akhirnya kedua komputer akan kembali pada state CLOSE.
 Beberapa contoh aplikasi jaringan InterNet.
             Banyak aplikasi yang mungkin dilakukan menggunakan keluarga protokol TCP/IP. Aplikasi yang umum dilakukan adalah pengiriman berita secara elektronik yang dikenal sebagai elektronik mail (e-mail). Untuk ini dikembangkan sebuah protokol Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) [6]. Protokol ini mengatur tata cara mengirimkan berita dari seorang user di sebuah komputer ke komputer lain menggunakan alamat yang unik. Sebagai contoh, alamat e-mail penulis di AMPRNet adalah:
             yc1dav@ve3.yc1dav.ampr.org
 yang berarti bahwa penulis yc1dav berada di (at, @) mesin ve3.yc1dav.ampr.org. Tentunya pada saat pengiriman berita, IP akan melakukan konversi dari hostname ve3.yc1dav.ampr.org ke IP address penulis [44.135.84.22] untuk kemudian mengirimkan informasi SMTP yang dimasukan dalam protokol TCP.
            Aplikasi lainnya adalah remote login ke komputer yang berjauhan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas Telnet [7] yang dijalankan diatas transport layer TCP. Untuk melakukan file transfer digunakan File Transfer Protocol (FTP) [8] yang juga dijalankan diatas TCP. Dengan semakin rumitnya jaringan maka manajemen jaringan menjadi penting artinya. Saat ini dikembangkan protokol yang khusus untuk digunakan mengatur jaringan dengan nama Simple Network Management Protocol (SNMP) [9]. Masih banyak lagi aplikasi yang dijalankan di atas TCP, seperti NNTP, RSPF dsb. Masing-masing aplikasi mempunyai nomor port TCP yang unik.
            Satu hal yang cukup menarik dengan digunakannya protokol TCP/IP adalah kemungkinan untuk menyambungkan beberapa jaringan komputer yang menggunakan media komunikasi berbeda. Dengan kata lain, komputer yang terhubung pada jaringan yang menggunakan ARCnet, Ethernet, Token Ring, SKDP, amatir paket radio dll. dapat berbicara satu dengan lainnya tanpa saling mengetahui bahwa media komunikasi yang digunakan secara fisik berbeda. Hal ini memungkinkan dengan mudah membentuk Wide Area Network di Indonesia. Saat ini UNINET yang dipelopori oleh rekan-rekan dari PUSILKOM-UI terasa tersendat-sendat terutama karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk komunikasi. Di samping itu, protokol yang digunakan dalam jaringan UNINET saat ini adalah UUCP yang pada dasarnya merupakan protokol yang sangat sederhana. Hal ini tidak memungkinkan UNINET untuk melakukan hal-hal yang hanya mungkin dilakukan oleh TCP/IP seperti manajemen network secara otomatis menggunakan SNMP dan hubungan connectionless seperti yang dilakukan menggunakan IP.
            Untuk lebih memperjelas, ada baiknya penulis ketengahkan contoh nyata yang penulis lakukan di jaringan amatir packet radio (AMPRNet) di Canada. Secara garis besar topologi jaringan komputer amatir packet radio di Waterloo terlihat pada gambar 4. Saat ini jaringan AMPRNet di Waterloo bekerja pada Frekuensi 145.09MHz pada kecepatan 1200bps. Kami merencanakan untuk meng-up grade jaringan TCP/IP yang ada ke kecepatan 9600bps. Pada gambar dituliskan beberapa mesin milik teman-teman penulis seperti at.ve3euk.ampr.org dan home.ve3rks.ampr.org.
            Disini kami mempunyai sebuah gateway at.ve3uow.ampr.org milik University of Waterloo - Amateur Radio Club (UoW ARC), dimana penulis juga anggotanya, gateway ini menghubungkan jaringan AMPRNet dengan jaringan LAN PC Token Ring di University of Waterloo. Melalui gateway yang ada di jaringan Token Ring, IP yang dikirim oleh mesin di AMPRNet dapat berhubungan dengan mesin-mesin Unix yang ada di jaringan EtherNet di UoW maupun dengan mesin-mesin lain di InterNet. Tidak banyak gateway antara AMPRNet dan InterNet yang beroperasi di dunia saat ini. Hal ini dapat dilihat pada artikel penulis terdahulu tentang pengalaman penulis bekerja di jaringan amatir packet radio di luar negeri.
            Di AMPRNet Waterloo kami menggunakan sunee.waterloo.edu dan watserv1.waterloo.edu sebagai domain name server (DNS). Dengan kata lain, dengan menggunakan protokol UDP/IP mesin-mesin AMPRNet di Waterloo jika akan berhubungan dengan mesin lain di AMPRNet atau InterNet yang hostnamenya diketahui dapat menanyakan IP address mesin yang dituju tersebut ke DNS. Semua ini dilakukan secara otomatis tanpa perlu operator mesin mengetahui proses terjadi.
            Dengan adanya teknologi amatir paket radio di dunia amatir radio. Kemungkinan mengembangkan WAN dengan biaya murah di Indonesia menjadi mungkin. UNINET tidak mungkin menggunakan AMPRNet karena amatir paket radio tidak mengenal UUCP. Kalaupun dipaksakan amatir radio harus mengembangkan perangkat lunak yang dibutuhkan dari awal. Penggunaan TCP/IP akan memudahkan internetwoking dengan berbagai network seperti AMPRNet yang pada akhirnya membuka kemungkinan pengembangan WAN biaya mudah, tetapi dengan fasilitas yang jauh lebih baik daripada UUCP.
 Penutup
             Prinsip kerja secara umum jaringan komputer menggunakan keluarga protokol TCP/IP telah diterangkan secara garis besar. Beberapa contoh penggunaan dan kemungkinan untuk membentuk WAN menggunakan TCP/IP telah dijelaskan. Beberapa artikel / buku yang mungkin dapat memberikan informasi yang cukup mendalam tentang prinsip kerja jaringan menggunakan TCP/IP dapat diperoleh pada RFC 1122 [12] dan RFC 1123 [13]. Copy dari RFC dapat diperoleh dari Network Information Center (NIC) yang beralamat di :
             DDN Network Information Center
            SRI International
            333 Ravenswood Avenue
            Menlo Park, CA 94025
            U.S.A.
            telp: 800-235-3155
Bagi kami yang berada diluar negeri, copy RFC dapat kami peroleh secara cuma-cuma dengan melakukan FTP ke NIC.DDN.MIL. Beberapa copy dari RFC dalam bentuk file yang dikompress dalam disket telah penulis kirim ke Indonesia. Saat ini file-file dalam disket berisi RFC tentang jaringan TCP/IP, program KA9Q TCP/IP beserta source code yang penulis gunakan untuk bekerja di jaringan AMPRNet, kemungkinan besar bisa diperoleh dari Dr. Kusmayanto Kadiman (ketua PIKSI-ITB), Ir. A. Mas'ud (PAU Mikroelektronika ITB), Dr. S. Nasserie (Jurusan Teknik Elektro ITB), redaksi majalah Elektron dan ITB Amatir Radio Club. Penulis berharap artikel ini dapat memberikan gambaran secara umum tentang jaringan komputer TCP/IP dan kemungkinan pengembangannya di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
[1]        J. Postel, "RFC 791: Internet Protocol (IP),"  InterNet Network Working Group, September 1981.
[2]        J. Postel, "RFC 793: Transmission Control Protocol," InterNet Network Working Group, September 1981.
[3]        J. Postel, "RFC 792: Internet Control Message Protocol," InterNet Network Working Group, September 1981.
[4]        D.C. Plummer, "RFC 826: An Ethernet Address Resolution Protocol," InterNet Network Working Group, November 1982.
[5]        J. Postel, "RFC 768: User Datagram Protocol," InterNet Network Working Group, Agustus 1980.
[6]        J. Postel, "RFC 821: Simple Mail Transfer Protocol," InterNet Network Working Group, Agustus 1982.
[7]        J. Postel dan J. Reynolds, "RFC 854: Telnet Protocol Specification," InterNet Network Working Group, May 1983.
[8]        J. Postel dan J. Reynolds, "RFC 959: File Transfer Protocol (FTP)," InterNet Network Working Group, October 1985.
[9]        J. Case, M. Fedor, M. Schoffstall dan C. Davin, "RFC 1098: A Simple Network Management Protocol," InterNet Network Working Group, April 1989.
[10]      J. Reynolds dan J. Postel, "RFC 1010: Assigned Numbers," InterNet Network Working Group, May 1987.
[11]      R. Braden, "RFC 1122: Requirements for InterNet Hosts - Communication Layers,", InterNet Network Working Group, October 1989.
[12]      R. Barden, "RFC 1123: Requirements for InterNet Hosts - Application and Support," InterNet Network Working Group, October 1989.
 KETERANGAN GAMBAR
 Gambar 1       Tujuh lapisan protokol yang digunakan dalam jaringan komputer sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh OSI/ISO.
 Gambar 2       Keluarga protokol dalam jaringan komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. Tampak bahwa selain TCP/IP juga digunakan beberapa protokol tambahan. Perlu dicatat bahwa protokol yang ditampilkan diatas hanya sebagian saja dari seluruh protokol yang dikenal.
 Gambar 3       State diagram secara sederhana dari Transmission Control Protocol (TCP). Prinsip client-server digunakan dalam interaksi dua buah komputer menggunakan TCP.
 Gambar 4       Contoh topologi jaringan AMPRNet di Waterloo, Canada yang terkait melalui at.ve3uow.ampr.org ke jaringan PC Token Ring yang kemudian melalui jaringan EtherNet dan mesin watmath.waterloo.edu terkait ke jaringan komputer InterNet.
 
 
 
 
Jan 31
Komputer berbicara dalam bahasa yang sama.
Protokol internet yang paling banyak di gunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP).
Pada tahun 1969, lembaga riset departemen pertahanan Amerika, DARPA (Defence advance Research Project Agency), Mendanai sebuah riset untuk mengembangkan jaringan komunikasi data antar komputer. Riset ini bertujuan untuk mengembangkan aturan komunikasi data Antar komputer yang Bekerja secara transparan, melalui bermacam-macam jaringan komunikasi data yang terhubung satu dengan yang lain. Tahan terhadap berbagai ganguan (bencana alam, serangan nuklir dan lain-lain) Pengembangan jaringan ini ternyata sukses dan melahirkan ARPANET.Tahun 1972, ARPANET didemontrasikan didepan peserta the first international Cenference on Computer Communication dengan menghubungkan 60 Node.
Aplikasi internet yang pertama kali ditemukan adalah FTP. Menyusul kemudian e-mail, dan telnet, e-mail menjadi aplikasi yang paling popular dimasa ARPANET, tahun 1979 tercatat sebagai tahun berdirinya USENET yang pada awalnya menghubungkan Universitas Duke dan UNC. Grup yang pertama kali dibentuk dalam USENET ADALAH Grup net. Ukuran ARPANET sendiri semakin lama semakin membesar, protocol komunikasi data yang digunakan pada waktu itu
yaitu, NCP(Network Commication Protocol), tidak sanggup menampung node komputer yang besar ini, DARPA kemudian mendanai pembuatan protocol komunikasi yang lebih umum ini dinamakan TCP/IP departement pertahanan Amerika serikat menyatakan TCP/IP menjadi standart untuk jaringan pada 1982.
Dari sana, IP menjadi protokol jaringan utama, melayani sebagai dasar untuk World Wide Web (WWW) dan internet pada umumnya. Protokol internet dibahas dan diadopsi dalam domain publik. Buletin teknis disebut Permintaan untuk Komentar (RFC) dokumen diusulkan protokol dan praktek.
Dokumen-dokumen ini akan diperiksa, diedit, diterbitkan, dan dianalisis, dan kemudian diterima oleh komunitas internet (proses ini memakan waktu bertahun-tahun).
Protokol Internet juga terdiri dari aplikasi berbasis protokol, termasuk
definisi sebagai berikut:
Electronic mail (Simple Mail Transfer Protocol [SMTP])
Terminal emulasi (Telnet)
Transfer file (File Transfer Protocol [FTP])
HTTP
IP adalah dianggap sebagai layer 3 protokol sesuai dengan model OSI, dan TCP merupakan Layer 4 protokol
Apa itu Address pada komputer

Agar komputer bisa mengirim dan menerima informasi satu sama lain, mereka harus memiliki beberapa bentuk alamat dengan begitu masing-masing perangkat dalam jaringan informasi mengetahui apa yang dibaca dan informasi apa untuk diabaikan. Kemampuan ini penting baik untuk komputer yang pada akhirnya menggunakan informasi dan perangkat yang memberikan informasi ke penerima akhir, seperti switch dan router. Setiap komputer di jaringan memiliki dua alamat:
MAC address: Manufaktur mengalokasikan nomor ID (seperti nomor seri global) yang permanen dan unik untuk setiap perangkat jaringan di dunia. Alamat MAC bisa disamakan dengan nomor jaminan sosial atau nomor identifikasi nasional lainnya. Anda hanya memiliki satu, itu tetap sama di mana pun Anda pergi, dan tidak ada dua orang (perangkat) memiliki nomor yang sama. Alamat MAC yang diformat menggunakan enam pasang angka heksadesimal, seperti 01-23-45-67-89-AB.
Heksadesimal atau “heksa” adalah skema dasar 16 penomoran yang menggunakan angka 0 sampai 9 dan huruf A sampai F untuk menghitung 0-15. Ini mungkin tampak aneh, tapi itu menyediakan terjemahan yang mudah dari biner (yang hanya menggunakan 1 dan 0-an), yang merupakan bahasa dari semua komputer
IP address: Alamat ini yang paling penting bagi jaringan dasar. Tidak seperti alamat MAC, alamat IP dari salah satu perangkat tersebut bersifat sementara dan dapat diubah. Hal ini sering ditugaskan oleh jaringan itu sendiri dan analog dengan alamat jalan Anda. Hanya perlu unik dalam sebuah jaringan. Jaringan orang lain mungkin menggunakan alamat IP yang sama, seperti halnya kota lain mungkin jalan yang sama (misalnya, 101 Main Street). Setiap perangkat di jaringan IP diberikan sebuah alamat IP, yang terlihat seperti ini: 192.168.1.100.
Format alamat ini disebut dotted-desimal notasi. Pemisah diucapkan ada pada tanda “titik,” Karena beberapa aturan dengan biner, jumlah terbesar di setiap bagian adalah 255.
Selain angka putus, titik-titik yang muncul di alamat IP memungkinkan kita untuk memecahkan alamat menjadi beberapa bagian yang mewakili jaringan dan host. Dalam kasus ini, porsi “jaringan” merujuk pada sebuah perusahaan, universitas, instansi pemerintah, atau jaringan pribadi Anda
Jika kamu pikir jaringan adalah bagian alamat sebagai jalan, Komputer adalah rumah di jalan itu.
Jika Anda bisa melihat alamat IP setiap orang yang berada di segmen jaringan yang sama seperti Anda, Anda akan menyadari bahwa bagian jaringan dari alamat yang sama untuk semua komputer, dan perubahan bagian host dari komputer ke komputer.
Sebuah contoh mungkin akan membantu. Pikirkan sebuah alamat IP sebagai seperti alamat rumah Anda untuk kantor pos: negara.kota.jalan.Nomor Rumah.
Setiap angka dalam memberikan alamat IP yang lebih dan lebih banyak lokasi tertentu sehingga Internet dapat menemukan komputer anda di antara jutaan komputer lain.
Internet tidak terorganisir seperti sistem pos tetapi dari komponen alamat bisa di analogikan sebagai NetworkMajor.NetworkMinor.Ip Local.Perangkat
Seorang administrator jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan perangkat yang menerima alamat IP dalam jaringan perusahaan. Admin memberikan alamat IP ke perangkat di salah satu dari dua cara: dengan mengkonfigurasi perangkat dengan alamat tertentu atau dengan membiarkan perangkat secara otomatis mendapatkan alamat dari jaringan.
Fungsi utama dari DHCP Server ini adalah memberikan IP kepada host atau komputer yang tersambung kepada jaringan tersebut secara otomatis.
Kebanyakan jaringan secara otomatis menggunakan DHCP untuk menetapkan alamat IP yang tersedia untuk perangkat ketika terhubung ke jaringan. Biasanya, perangkat yang tidak bergerak menerima alamat tetap, yang dikenal sebagai alamat statis. Sebagai contoh, server, router, dan switch biasanya menerima alamat IP statis. Sisanya menggunakan pengalamatan dinamis.
Untuk jaringan rumah Anda tidak membutuhkan administrator jaringan untuk mengatur alamat Anda, melainkan router broadband rumah mengalokasikan alamat IP melalui DHCP.
Karena alamat IP cukup sulit untuk mengingat dalam notasi titik-desimal,maka dibuatlah konvensi penamaan domain yang lebih mudah diingat. Nama-nama domain seperti www.cisco.com terdaftar dan terkait dengan alamat IP publik tertentu. Domain Name System (DNS) memetakan sebuah nama yang dapat dibaca ke alamat IP. Sebagai contoh, ketika Anda masukkan ke dalam browser http://www.cisco.com, PC menggunakan DNS protokol untuk menghubungi nama DNS server. Server nama http://www.cisco.com menerjemahkan nama ke alamat IP yang sebenarnya untuk host ..
dns1
Mengapa kita perlu tahu tentang TCP/IP

TCP / IP adalah protokol yang paling dikenal dan paling populer yang digunakan saat ini. Kemudahan penggunaan dan diadopsi secara luas adalah beberapa alasan yang terbaik untuk lonjakan pemakaian Internet yang terjadi.
TCP merupakan connection-oriented, protokol yang dapat diandalkan dimana memecah pesan ke dalam segmen dan menyusun kembali pada reassembles mereka di stasiun tujuan (itu juga akan mengirim ulang paket yang tidak diterima di tempat tujuan). TCP juga menyediakan sirkuit virtual antara aplikasi.
Sebuah protokol yang berorientasi sambungan menetapkan dan menjaga koneksi selama transmisi. Protokol harus membuat sambungan sebelum mengirim data. Segera setelah transfer data selesai, sesi ditutup.
User Datagram Protocol (UDP) adalah sebuah protokol alternatif untuk TCP yang juga beroperasi pada Layer 4. UDP adalah dianggap sebagai protokol “tidak dapat diandalkan,”.
Protokol yang “ringan” (lightweight): Untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan aplikasi membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasi Domain Name System.
Titik akhir dalam TCP / IP diidentifikasi oleh alamat IP. IP pengalamatan yang tercakup dalam Sekilas Pandang berikutnya.
Datagram TCP/IP

TCP / IP informasi dikirim melalui datagrams. Sebuah pesan tunggal mungkin rusak menjadi serangkaian datagrams yang harus disusun kembali di tempat tujuan. Tiga lapisan yang berhubungan dengan stack protokol TCP / IP adalah :
  1. Layer Aplikasi : lapisan ini menentukan protokol untuk e-mail, transfer file, remote login, dan aplikasi lainnya. Pengelolaan jaringan juga didukung.
  2. Layer Transport : Lapisan ini memungkinkan beberapa lapisan atas aplikasi untuk menggunakan aliran data yang sama. Protokol TCP dan UDP menyediakan alur kendali dan kehandalan.
  3. Layer Network : Beberapa protokol beroperasi pada lapisan jaringan, termasuk IP, ICMP, ARP, dan RARP.
IP melakukan sambungan, meneruskan datagram
Host TCP/IP menggunakan Internet Control Message Protocol (ICMP) untuk membawa pesan-pesan kesalahan dan kontrol dengan IP Datagram
Misalnya sebuah proses yang di sebut ping membuat satu stasiun untuk menemukan sebuah host lain dalam satu jaringan.
Address Resolution Protocol (ARP) memungkinkan komunikasi dalam media multi akses seperti EThernet dengan memetakan Alamat IP ke Alamat Mac.
Reverse Address Resolution Protocol (RARP) digunakan sebaliknya untuk memetakan alamat MAC yang diketahui ke alamat IP
Bagaimana Koneksi TCP bisa tersambung

Titik akhir merubah kontrol bit yang dinamakan SYN (untuk sinkroninasi) dan ISN (Intial Sequence Number) untuk menyinkronkan selama koneksi tersambung.
Untuk menyinkronkan sambungan, masing-masing pihak mengirimkan nomor urutan awal sendiri dan mengharapkan untuk menerima konfirmasi dalam sebuah pengakuan (ACK) dari sisi lain. Gambar berikut menunjukkan contoh.
new-picture-5
TCP Windowing

Salah satu cara untuk mengatur protokol komunikasi adalah memiliki penerima pengakuan setiap paket yang diterima dari pengirim. Walaupun ini adalah metode yang paling dapat diandalkan, ini dapat menambahkan header yang tidak perlu, terutama pada media koneksi yang cukup handal. Windowing adalah kompromi yang mengurangi paket header dengan mengakui hanya setelah jumlah tertentu telah diterima.
Ukuran jendela dari satu ujung menginformasikan penerima sambungan sisi lain tentang berapa banyak dapat menerima pada satu waktu. Dengan ukuran jendela 1, setiap segmen harus diakui sebelum segmen lain dikirim. Ini adalah yang paling efisien dalam hal penggunaan bandwidth. Sebuah jendela ukuran 7 berarti bahwa perlu pengakuan akan dikirim setelah menerima tujuh segmen; ini memungkinkan penggunaan bandwidth yang lebih baik. Gambar contoh ditunjukkan dibawah ini.
new-picture-6
UDP


UDP adalah sebuah connectionless, berada pada Layer 4 dan merupakan protokol yang tidak dapat diandalkan.
Tidak Dapat diandalkan dalam pengertian ini berarti bahwa protokol tidak menjamin bahwa setiap paket akan mencapai tujuan. UDP digunakan untuk aplikasi yang menyediakan “error recovery process” sendiri.
UDP adalah sederhana dan efisien, bergantung pada protokol Layer di atasnya untuk keandalannya.
Mengapa tidak kirim ulang? Mungkin tidak jelas mengapa Anda tidak akan menjatuhkan mengirim ulang paket jika Anda memiliki pilihan untuk melakukannya. Namun, aplikasi real-time seperti suara dan video bisa terganggu dengan menerima paket lama rusak. Misalnya, sebuah paket berisi bagian dari pidato diterima 2 detik kemudian dari sisa percakapan.
Memainkan suara ke lubang suara mungkin akan terdengar seperti kualitas audio yang buruk kepada pengguna, karena pengguna mendengarkan lebih jauh ke dalam percakapan. Dalam kasus ini, biasanya aplikasi dapat menyembunyikan paket yang dijatuhkan dari pengguna akhir selama mereka rekening untuk persentase kecil dari total.
Port Numbers

TCP dan UDP dapat mengirim data dari beberapa lapisan atas aplikasi pada datagram yang sama. Nomor port (juga disebut nomor socket) digunakan untuk melacak percakapan yang berbeda melintasi jaringan pada waktu tertentu. Beberapa yang lebih terkenal nomor port dikontrol oleh IANA (IANA). Sebagai contoh, Telnet selalu didefinisikan oleh port 23.
Aplikasi yang tidak menggunakan port terkenal memiliki bilangan angka acak dari range tertentu
new-picture-8
Penggunaan nomor port yang memungkinkan Anda untuk menonton video streaming di komputer Anda sambil memeriksa e-mail dan men-download dokumen dari semua halaman web pada saat yang sama. Ketiganya dapat menggunakan TCP / IP, tetapi penggunaan nomor port memungkinkan aplikasi untuk membedakan mana yang video dan mana yang paket e-mail
Kenapa Kita harus mengetahui tentang Alamat IP

Di balik setiap website, Universal Resource Locator (URL), dan komputer atau perangkat lain terhubung ke Internet ada sebuah angka yang secara unik mengidentifikasi perangkat. Pengenal unik ini disebut alamat IP. Alamat tersebut adalah komponen kunci dari skema routing yang digunakan melalui Internet. Sebagai contoh, jika Anda men-download lembar data dari www.cisco.com ke komputer Anda, header paket yang terdiri dari dokumen meliputi host (dalam hal ini, alamat IP server publik Cisco) dan alamat tujuan (PC anda).
Apa Masalah apa yang Perlu dipecahkan?

Setiap alamat IP adalah 32-bit, yang berarti bahwa ada sekitar 4,3 triliun kombinasi alamat IP.
Alamat ini harus dialokasikan dengan cara yang menyeimbangkan kebutuhan untuk administrasi dan efisiensi routing dengan kebutuhan untuk mempertahankan alamat sebanyak mungkin dapat digunakan.
Desimal bertitik: notasi yang paling umum untuk menggambarkan sebuah alamat IP desimal bertitik. Desimal bertitik membagi 32-bit bilangan biner menjadi empat 8-bit (diwakili dalam bentuk desimal), yang disebut oktet. Setiap oktet dipisahkan oleh suatu bagian, yang membantu dalam skema organisasi yang akan dibahas. Sebagai contoh, alamat biner 00001010100000001011001000101110 dapat dinyatakan dalam desimal bertitik sebagai 10.128.178.46.
Fisik versus Logika

MAC address bisa di bilang sebagai alamat fisik karena alamat ini merupakan bagian dari perangkat keras yang dibuat oleh manufaktur dan tidak dapat diubah ubah lagi.
Alamat IP yang diberikan oleh administrator jaringan dan memiliki makna hanya dalam jaringan TCP / IP.
Alamat ini digunakan semata-mata untuk keperluan routing dan dapat diubah.
Host dan jaringan: Tak lain daripada nomor yang menetapkan secara acak ke berbagai endpoint (yang akan sangat sulit untuk ditangani), setiap perusahaan dan organisasi yang terdaftar di Internet blok diberi nomor alamat publik untuk digunakan. Hal ini dicapai dengan menggunakan dua bagian skema pengalamatan yang mengidentifikasi jaringan dan host.
Dua bagian ini memungkinkan skema berikut ini:
Semua titik-titik akhir dalam jaringan berbagi jaringan yang sama nomor.
Bit Bit Sisanya mengidentifikasi setiap host di dalam jaringan.
+————–+————–+————-+————-+
| 128 | 10 | 173 | 46 |
+————–+————–+————-+————-+
| 10000000 | 00001010 | 10110010 | 00101110 |
+————–+————–+————-+————-+
Jaringan Host
Dalam tabel diatas, dua yang pertama octets (128,10) mengidentifikasi sebuah perusahaan dengan kehadiran Internet (itu adalah alamat dari router yang mengakses internet). Semua komputer dan server dalam perusahaan jaringan berbagi alamat jaringan yang sama.
Dua oktet mengidentifikasi titik akhir tertentu (komputer server, printer, dan sebagainya). Dalam contoh ini perusahaan memiliki 65.536 dapat menetapkan alamat (16 bit, atau 216). Oleh karena itu, semua perangkat dalam jaringan ini akan memiliki alamat antara 128.10.0.1 dan 128.10.255.255
Kelas Kelas IP

Ketika skema alamat IP dikembangkan, hanya oktet pertama digunakan untuk mengidentifikasi bagian jaringan alamat.
Pada saat itu diasumsikan bahwa jaringan 254 akan lebih dari cukup untuk mengcover kelompok riset dan universitas yang menggunakan protokol ini. Ketika penggunaan makin tumbuh, bagaimanapun, menjadi jelas bahwa lebih banyak sebutan jaringan akan diperlukan (masing-masing dengan lebih sedikit host). Masalah ini menyebabkan perlunya di kembangkan kelas-kelas alamat.
Alamat dibagi menjadi lima kelas (A sampai E). Kelas A, B, dan C adalah yang paling umum.
Kelas A memiliki jaringan 8 bit dan 24 bit host.
Kelas B memiliki 16 jaringan host bit dan 16 bit, dan Kelas C memiliki 24 jaringan host bit dan 8 bit. Skema ini didasarkan pada asumsi bahwa akan ada lebih banyak jaringan kecil (masing-masing dengan lebih sedikit endpoint) dari jaringan besar di dunia.
Kelas D digunakan untuk multicast, dan Kelas E dicadangkan untuk penelitian. Tabel berikut merinci tiga kelas utama. Perhatikan bahwa alamat Kelas A dimulai dengan 127.
new-picture-9
Jumlah yang tersedia host pada jaringan dapat diturunkan dengan menggunakan rumus 2n-2, di mana n adalah jumlah bit host. 2 account untuk oktet dengan semua 0s, yang dicadangkan untuk identifikasi jaringan, dan semua 1s, yang dicadangkan untuk mengirim pesan broadcast ke semua host.
Subnetting
Subnetting adalah metode segmentasi host dalam sebuah jaringan dan menyediakan struktur tambahan.
Tanpa subnet, sebuah organisasi beroperasi sebagai jaringan yang datar. Topologi datar ini menghasilkan tabel routing pendek, tapi seiring berkembangnya jaringan, penggunaan bandwidth menjadi tidak efisien
Dalam gambar, jaringan Kelas B ini datar, dengan satu broadcast dan collision domain. Collision domain ini dijelaskan secara lebih rinci dalam bab Ethernet. Untuk saat ini, hanya menganggap mereka sebagai segmen jaringan kecil dengan beberapa perangkat.
Menambahkan 2 Layer switch ke jaringan menciptakan lebih banyak collision domain tapi tidak mengontrol broadcast.
subnet
Pada gambar berikut, jaringan yang sama telah dibagi menjadi beberapa segmen atau subnet. Hal ini dilakukan dengan menggunakan oktet ketiga (bagian dari ruang alamat host untuk jaringan Kelas B) untuk segmen jaringan. Perhatikan bahwa dunia luar melihat jaringan ini sama seperti pada gambar sebelumnya.
new-picture-12
Subnetting sedikit rumit pada awalnya. Pikirkan hal ini seperti alamat jalan. Untuk rumah, alamat jalan dapat memberikan alamat yang diperlukan kemampuan untuk menjangkau seluruh penghuni rumah. Sekarang perhatikan sebuah gedung apartemen. Alamat jalan hanya mendapat Anda ke kanan gedung. Anda perlu tahu di mana penghuni apartemen yang Anda cari berada. Dalam contoh kasar ini, nomor apartemen bertindak sedikit mirip subnet.
Subnet Masks
Router menggunakan subnet mask untuk menentukan bagian mana dari alamat IP sesuai dengan jaringan, subnet, dan host. Topeng adalah 32-bit dalam format yang sama dengan alamat IP. Topeng adalah serangkaian 1s berturut-turut mulai dari yang paling-bit signifikan, mewakili ID jaringan, diikuti oleh serangkaian 0s berturut-turut, host ID yang mewakili bagian alamat bit.
Alamat masing-masing kelas memiliki default subnet mask (A = / 8, B = / 16, C = / 24).
Default subnet mask jaringan hanya bagian alamat, efek yang tidak subnetting.
Dengan setiap bit dari subnetting di luar standar, Anda dapat membuat 2n-2 subnet.
Contoh sebelumnya memiliki 254 subnet, masing-masing dengan 254 host.
Menghitung alamat ini berakhir dengan ,0, tetapi tidak alamat yang berakhir dengan .255.
Melanjutkan dengan analogi sebelumnya, subnet mask menceritakan perangkat jaringan berapa banyak apartemen dalam gedung.
new-picture-13Diberi alamat IP dan subnet mask, Anda dapat mengidentifikasi alamat subnet, alamat broadcast, dan pertama dan terakhir alamat digunakan dalam subnet sebagai
berikut
1. Tuliskan alamat 32-bit dan subnet mask di bawah ini yang (174.24.4.176/26 ditampilkan dalam gambar berikut).
2. Menggambar garis vertikal tepat setelah terakhir 1 bit dalam subnet mask.
3. Salin bagian dari alamat IP di sebelah kiri garis. Tempatkan semua 1s untuk sisa ruang bebas ke kanan. Ini adalah alamat broadcast untuk subnet.
4. Pertama dan alamat terakhir juga dapat ditemukan dengan menempatkan … 0.001 dan … 1110, masing-masing, di ruang bebas yang tersisa.
5. Salin bagian dari alamat IP di sebelah kiri garis. Tempatkan semua 0s untuk sisa ruang bebas ke kanan. Ini adalah jumlah subnet
new-picture-16
Sumber :
http://dealishendra.wordpress.com/2009/02/28/tcpip/
http://nadiea.wordpress.com/2009/12/18/mengenal-tcpip/
http://gthe.wordpress.com/2010/03/02/protokol-tcpip/